Home  Iklan  Groups  Forum  Chat  Blog  Album  Music  Video  Artikel  

banner

 

Member Login

 

Nama user

Password  



Daftar sekarang!
lupa password?

 
 

Use this button to login with a facebook account.

 


 

Who's Online

 

Banyaknya tamu yang online: 199

Banyaknya anggota yang online: 76

Jumlah pengguna yang sedang online: 275

Banyaknya member saat ini : 561714

selengkapnya, klik : disini

 
 


banner


RSS bergaul

Artikel
Blog
Forum


Dikirim oleh : uCh4n | Blog dikirim pada : 02-04-2010


Ijazah Berstempel Merah
Oleh: Syahrial Chan

Waktu aku masuk sekolah, kau minta uang pembangunan sekolah..
Waktu aku sekolah, kau pungut biaya buku yang tak berguna.
Waktu aku menunggak uang sekolah, harus panggil orang tua.
Kini kami dibebaskan uang sekolah dan kau tak lagi memungut biaya.

Dulu kau beridiri tegak didepan kelas, menjadikan sekolahku sekolah pavorit.
Kini kau sakit terduduk lesu, kau disuntik diobati, tetap saja tak punya spirit.
Kini sekolahku tak lagi diminati orangtua murid.

Akhirnya aku tak lulus jadi percuma.
Kau merasa hibah, kau suguhi aku paket coba-coba.

Aku mendaftar kuliah, aku tak diterima.
Aku melamar pekerjaan, katanya sudah tua.
Aku berkarya, kau minta cuma-cuma,demi pendidikan kemajuan bangsa.
Itulah ijazahku, ijazah berstempel merah...
----------------------------------------------------------------------------------------------------
Depok 27 Maret 2010

 

Keterangan baris puisi

Ijazah Berstempel Merah » ijazah yang dicap untuk siswa yang tidak lulus UN

     

Baris-1:
Pada umumnya masuk sekolah dan PT apapun kita dipungut biaya dengan bermacam bentuk pungutan. Sehingga hanya orang-orang berduit saja yang bisa mendapatkan pendidikan yang layak. Pendidikan yang dikomerisialisasikan. Mudah-mudahan dengan dibatalkannya UU BHP (sudah dibatalkan oleh MK tanggal 31 Maret 2010), anak-anak bisa mendapatkan pendidikan demi kemajuan bangsa. Karena bangsa yang maju adalah bangsa yang berpendidikan. Sebodoh-bodohnya orang berpendidikan pasti lebih baik dari pada anak yang tidak berpendidikan.
 

Baris-2:
Siwa diharuskan membeli buku paket kepada guru bidang studi masing-masing. Buku paket suatu sekolah belum tentu sama dengan sekolah lain. Masing-masing sekolah berbeda materi pelajarannya, sedangkan soal UN semua sekolah adalah sama. Terang saja banyak siswa yang tidak lulus, bahkan jangan heran kalau ada sekolah yang tidak lulus UN 100% (Detik News).
 

Baris-3:
Tidak semua siswa yang bersekolah adalah orang mampu, walaupun bersekolah di sekolah favorit. Bahkan ada siswa yang tidak punya orang tua. Tetapi ada sekolah yang tidak mau tahu dengan keadaan seperti ini.
 

Baris-4:
Khsus untuk sekolah SMP yang sudah dibebaskan dari biaya sekolah. Guru-guru tidak lagi diperbolehkan menjual buku-buku kepada murid sehingga mereka tidak lagi bisa mencari objekan di sekolah.
 

Baris-5:
Waktu siswa khusus SMP ditarik biaya sekolah dan biaya buku, guru-guru bersemangat mengajar dan orang-orang berlomba-lomba untuk memasukkan anaknya ke sekolah tersebut.
 

Baris-6:
Sejak sekolah tidak memungut biaya sekolah dan guru-guru tidak lagi bisa dangang buku di sekolah, membuat etos kerja guru menurun untuk mengajar dan konsekuensinya mutuh pendidikan menurun. Padahal tunjangan guru sudah bagus dan gaji sudah dinaikan masih saja ingin mencari uang tambahan dengan berbagai macam bentuk pungutan kepada anak murid.
 

Baris-7:
Sekolah pavorit menjadi sekolah tidak berkualitas dan orang tua murid tidak lagi tertarik untuk memasukkan anaknya ke sekolah tersebut.
 

Baris-8:
Sebelum UN dilaksanakan, orang tua murid mati ketakutan anaknya tidak lulus dan anak murid menjadi stress menghadapi UN. Tidak kalah stressnya guru-guru, terlebih lagi kepala sekolah, karena harus mempertaruhkan nama baik sekolah. Mulai dari orang tua murid, anak murid, guru hingga kepala sekolah harus bekerja keras, bagaimana agar anak murid bisa lulus UN. Logis memang jika ada kepala sekolah mencari jawaban UN untuk diberikan kepada peserta UN karena jika tidak lulus sekolah mereka akan dicap pendidikannya tidak bermutu. Akhirnya anak murid dan sekolah (guru dan kepala sekolah) mengatur strategi (tindakan melanggar peraturan UN) agar UN bisa berhasil. Artinya, dengan adanya UN, secara tidak langsung pemerintah telah mengajarkan kepada sekolah-sekolah di tanah air untuk belaku curang melaksanakan UN. Jika mental anak murid tidak siap untuk melaksanakan kecurangan tersebut di depan pengawas, maka gagallah UN tersebut. Inilah penyebab pertama kegagalan UN. Penyebab kedua kegagalan UN adalah karena materi ujian tidak sama dengan materi pelajaran berbeda-beda di masing-masing sekolah. Penyebabkan yang kedua adalah sebagai penyebab sekolah melakukan kecurangan dalam pelaksanaan UN. Jadi, kegagal UN bukanlah soalnya UN-nya yang sulit tetapi karena pemerintah tidak mempunyai standard materi pelajaran secara nasional.
 

Baris-9:
Pemerintah seolah-olah membantu siswa yang tidak lulus UN dengan menyelenggarakan paket C. Padahal secara implisit pemerintah telah menjatuhkan nilai pendidikan.  Seharusnya pemerintah harus bijaksana dengan memberikan kesempatan siswa yang tidak lulus untuk mengulang agar bisa lulus secara normal.
 

Baris-10:
Beberapa perguruan tinggi sudah mencap lulusan Paket C adalah siswa yang tidak lulus UN dan tidak bisa diterima di perguruan tinggi tersebut. Siswa tersebut dicap sebagai siswa bodoh, padahal belum tentu demikian. Untuk mengatasi pesoalan ini, Depdiknas telah mengedarkan surat ke seluruh perguruan tinggi untuk menerima mahasiswa baru yang mendaftar dengan menggunakan ijazah paket C. Sebaiknya Depdiknas bukan membuat surat edaran tetapi memberi kesempatan untuk mengulang kepada siswa yang tidak lulus. Tetapi kenyataanya memang pahit, kesempatan untuk mendapatkan pendidikan secara normal di negeri ini rupanya hanya satu kali saja seumur hidup.
 

Baris-11:
Melanjutkan kuliah tidak bisa, melamar pekerjaan hanya berbekal ijazah Paket C, sudah pasti yang diprioritaskan adalah yang berijazah lulusan sekolah normal. Begitu terus menerus sampai tua jadi pengangguran.
 

Baris-12:
Ternyata siswa yang lulus Paket C tersebut adalah siswa jenius. Dia bisa berkarya seperti teman-temannya yang anak kuliahan. Sayangnya karyanya tidak dihargai oleh orang-orang yang membutuhkan—mereka hanya mau menggunakan secara gratis. Kita tidak perlu heran dan berkecil hati memang seperti itulah sifat bangsa kita (orang berduit) mereka lebih percaya produk dari luar dengan harga selangit yang belum tentu berguna dari pada membeli karya bangsanya sendiri. Alasan klasik, kenapa harus menggunakan karya putra bangsanya sendiri secara gratis? Alasannya adalah demi pendidikan dan kemajuan bangsa, jadi yang berkarya tidak usah dibayar karena harus perpartipasi memajukan bangsa. Padahal yang akan menggunakan karya tersebut adalah yayasan—atau—badan usaha (orang-orang berduit) yang menghasilkan profit.
 

Baris-13:
Lulusan sekolah mendapatkan ijzah lulusan paket C, ijzah yang sudah dicap sebagai siswa yang tidak lulus UN. Siapa yang menjatuhkan nilai pendidikan bangsa ini???
 

 

Adik-adik, ada tidak yang ingin mendapatkan Ijazah Paket C? Biar tampil beda gitu! Ayo acungkan tangan!
 

Sebagai generasi muda, apa pendapat kamu tentang puisi Ijazah Berstempel Merah? Kamu bebas memerikan pendapat dari isi hatimu dengan jujur, bisa berupa masukan (termasuk koreksi bahasa Indonesia) , pandangan, kritik, saran, spirit dan lain sebagainya.


Semoga seluruh generasi mudah pendapatkan pendidikan sesuai dengan yang diamanatkan UUD 1945 Pasal 31.
 

Maju Pendidikan Indoneisa, Sejahtera Para Pendidiknya dan Sukses Anak Didiknya..!
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Testimonial
Teman-teman, sudi kiranya untuk dapat memberikan mendapat, komentar dan uraian singkat, kritikan/koreksi, saran, nasehat atau spirit atas puisi ini.
Atas partisipasinya, aku ucapkan terima kasih. Semoga Tuhan selalu melindungimu teman. Amin!

Kasi komen juga ya puisi-pusi di bawah ini:
Panca Sela » Lima Cela  penyebab perpecahan bangsa Indonesia
Sebutir Mutiara » Jeritan hati untuk menggapai sebutir mutiara!
Apa kata dunia? » Tradisi Indonesia
Aku Tak Ingin Hidup Seperti Dirimu
Kutunggu Surat Darimu
Mati Sajalah Kau



komentar : 9 | dibaca : 4395 kali
Komentar :
m.ita19
m.ita19(30)
Dikirim pada tanggal 28 April 2010
ak termasuk ank yng ber ijazah paket C, tpi bkn krna g k lulus sekolah.. dlu ceritanya wktu ak klas 1 SMA pas kenaikan kls 2 ak jatuh sakit parah selama 3 bln,sampai akhirnya ak gk bisa ikut semester knaikan kls dua wktu ak sekolah tinggal sama sodara di tangerang, ak aslinya dari pngndran.dan krna ak sakit parah akhirnya ak di bawa oulabg sma orang tuaku dan kepaksa ak hrs keluar dari sekolah,krna gk di ijinin lagi tinggal di tangerang. stelah ak sembuh ak males ngelanjutin sekolah akhirnya ak ikut paket C.. tpi alhmdllh da berkah nya hihihi....  
m.ita19
m.ita19(30)
Dikirim pada tanggal 28 April 2010
ak termasuk ank yng ber ijazah paket C, tpi bkn krna g k lulus sekolah.. dlu ceritanya wktu ak klas 1 SMA pas kenaikan kls 2 ak jatuh sakit parah selama 3 bln,sampai akhirnya ak gk bisa ikut semester knaikan kls dua wktu ak sekolah tinggal sama sodara di tangerang, ak aslinya dari pngndran.dan krna ak sakit parah akhirnya ak di bawa oulabg sma orang tuaku dan kepaksa ak hrs keluar dari sekolah,krna gk di ijinin lagi tinggal di tangerang. stelah ak sembuh ak males ngelanjutin sekolah akhirnya ak ikut paket C.. tpi alhmdllh da berkah nya hihihi....  
uCh4n
uCh4n(9557)
Reputasi 1
Dikirim pada tanggal 19 April 2010
Di atas kereta Bogor Express, Jakarta-Depok 19:09, 27 Maret 2010, aq membaca salah satu koran, yang isinya rata2 masalah kurupsi sehingga terinpirasi untuk mecorat coret koran tersebut, sesampai di rumah ak susun ulang, sehingga terbentuk 3 judul puisi yaitu Panca Sela, Tradisi Indonesia dan Aku Tak Ingin Hidup Seperti Dirimu. Sekitar 8 jam kemudiany, besok paginya, aq baca koran lagi beritanya tentang sembrawutnya sistem pendidikan nasional, maka terciptala puisi "ijazah berstempel merah". Demikian YYuuu ceritanya..  
yyyuuuu
yyyuuuu(44)
Dikirim pada tanggal 18 April 2010
sumber darimana?? karya sendiri yah?? Indonesia? ku pikir negara yang kacau. Semua sistem gak ada yang bener. HArusnya Indonesia refleksi dari Zaman Mbah Soekarno dulu... Gila..dulu yah...Indonesia hebat banget...semua sistem bagus..itu karena kecerdasan dan uletnya Mbah Karno jadinya semua kader ikut kerja sama...dulu negara kita lincah banget.. konferensi kemana2 bahkan sering jadi tuang rumah konferensi dunia...malah...banyak negara lain yang salut sama kita.. Orang baik itu banyak...tapi...orang baik mana yang benar2 tulus di dalam hatinya dan orang licik mana yang bersembunyi dalam kebaikannya... maka jadilah Indonesia negara dengan banyaknya orang rakus... udah rusak parah...kalau mau dikritik yah....gak abis2....yang penting janganlah kita menambah di deretan nama KKN, Markus pajak, dll...hanya karena UANG dan Kehormatan yang gak bisa kebawa mati...  
cHa_mUaniZ
cHa_mUaniZ(829)
Dikirim pada tanggal 17 April 2010
ngeri  
nanaajjah
nanaajjah(148)
Dikirim pada tanggal 15 April 2010
tdk mau  
cadas91
cadas91(40)
Dikirim pada tanggal 13 April 2010
mau koreksi bahasa, baris 9 yang seharusnya percuma  
eko bin ga
eko bin ga(498)
Dikirim pada tanggal 02 April 2010
gimana cara biar kita dapet izasah sekolah bukan paket c kita harus belajar dengan sungguh2 ya  
uCh4n
uCh4n(9557)
Reputasi 1
Dikirim pada tanggal 02 April 2010
Adik-adik SMP/SMA, ada tidak yang ingin mendapatkan Ijazah Paket C? Biar tampil beda gitu! Apa komentar kamu?  
  Halaman  1   

Untuk memberikan komentar terhadap isi blog diatas maka anda harus login terlebih dahulu

 

Share this page on facebook!
 

Search

 

Cari teman!

Cewek   Cowok


Cari berdasarkan lokasi
Nama Kota :

 
 






SocialTwist Tell-a-Friend



 

 


Copyright © 2007 Dot.Us, All rights reserved. Patent Pending.

Report Abuse, Postingan tidak bener, SARA dll

interested to advertise on this site?

Click here to bookmark bergaul.

bergaul