Dikirim oleh :
uCh4n | Blog dikirim pada : 06-04-2010

Aku Tak Ingin Hidup Seperti Dirimu
Oleh: Syahrial Chan
Dari cikeas muncul putra bangsa,
Persiden kita yang luar biasa.
Presiden bersih yang tak berdosa.
Masuk istana berbenteng anak panah dan
muncong bedil akan meletus seketika.
Kau dipropokasi, biar tetap bersalah,
Kau diinjak bagaikan sampah,
Rumput di stasiun beospun berkata,
Aku lebih terhormat dari pada kau manusia,
aku tak ingin hidup seperti dirimu.
------------------------------------------
Beos, Jakarta 27 Maret 2010
Keterangan baris puisi
Aku Tak Ingin Hidup Seperti Dirimu » Kata rumput kepada bangsa Indonesia yang tidak menghargai pempimpinnya.
Baris-1:
Asal / alamat putra (bukan anak bangsa=untuk orang yang belum dewasa) presiden RI.
Baris-2:
Presiden yang santun bertutur sapa, hebat, bisa membuat negara dihargai dunia luar, dsb.
Baris-3:
Beliau adalah orang biasa yang tidak berdosa punya niat mulia membangun bangsa.
Baris-4:
Tetapi beliau dikelilingi oleh orang-orang yang siap menusuk kapan saja secara diam-diam, dan
Baris-5:
akan menghancurkan dan menjatuhkan beliau secara terang-terangan (kedengaran suara seperti senjata di senayan wakil rakyat yang bersidang)
Baris-6:
Lawan politik mempropokasi rakyat sehingga beliau seakan-akan bersasalah.
Baris-7:
Sehingga bermunculan demo-demo hasil propokasi yang mengijak2 beliau bagaikan sampah,
Baris-8:
Rumput atau taman di stasiun Beos Jakarta sudah dipagar dan tertuliskan larangan dan tidak lagi diinjak oleh pejalan kaki.
Baris-9:
Tulisan di taman/rumput “Jangan injak saya, saya juga ingin hidup seperti Anda”
Baris-10:
Sehingga tidak berani menginjak rumput tetapi lebih berani menginjak-injak harga diri Presiden RI, maka rumput mengatakan “aku tak ingin hidup seperti dirimu manusia”
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Testimonial
Teman-teman, sudi kiranya untuk dapat memberikan mendapat, komentar dan uraian singkat, kritikan/koreksi, saran, nasehat atau spirit atas puisi ini.
Atas partisipasinya, aku ucapkan terima kasih. Semoga Tuhan selalu melindungimu teman. Amin!
Kasi komen juga ya puisi-pusi di bawah ini:
Panca Sela » Lima Cela penyebab perpecahan bangsa Indonesia
Ijazah Berstempel Merah » Ijazah yang dicap bagi yang tidak lulus UN
Sebutir Mutiara » Jeritan hati untuk menggapai sebutir mutiara!
Apa kata dunia? » Tradisi Indonesia
Kutunggu Surat Darimu
Mati Sajalah Kau