Dikirim oleh :
uCh4n | Blog dikirim pada : 21-11-2007

SeBuTir MuTiArA
(d/h DeRiTa)
(c) 2007, Syahrial Chan, Hak Cipta dilindungi undang-undang
Hai diriku...
JanganLah kAu uKir diaryMu,
tAk kAn cuKup TinTa tuk mEnuangkan sEmua deRiTa;
BiArLah A!R mAtAmU mEngAlir tAnPa ceRitA,
tErSenYumLah! duNia kAn ceRia;
EsOk menTari akan berSinAr,
tUtUp diaryMu, ayolah bangkit;
Tapi tak perlu kAu jAnGkAu binTang di lanGit,
gApailah SeBuTiR MuTiARa di daSar laut!
---------
Jakarta 19 November 2007
Hak Cipta
Syahrial Chan adalah pemegang Hak Cipta puisi Sebutir Mutiara (d/h DeRiTa) yang terdaftar di Dirjen HAKI (Hak Intelektual),
Depertemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
Keterangan Baris Puisi
Judul: SeBuTir MuTiArA yang berarti sebuah kemuliaan
Baris-1: Panggilan hati (jiwa) kepada dirinya.
Baris-2: Tidak perlu menceritakan derita karena terlalu panjang & beriku-liku. Selain itu, sama saja membuka aib sendiri, mungkin yang mendengarkannya juga akan tertawa.
Baris-3: Saking banyaknya derita,tidak akan cukup tinta untuk menuliskan semuanya, apa lagi hanya dalam buku diary.
Baris-4: Tumpahkanlah rasa sedihmu tetapi tidak perlu meratapinya.
Baris-5: Janganlah menutup diri, apa lagi menyendiri, bertukar pikiran dan besenda guraulah dengan orang lain karena bisa mengurangi beban pikiranmu.
Baris-6: Masih ada harapan dan optimislah!
Baris-7: Jangan larut dalam kesedihan, jangan mengingat asal usul derita; gelorakan semangatmu (dorongan/gejolak hati yang sangat hebat)
Baris-8: Jangan bekerja keras kalau hanya untuk mendapatkan pujian.
Baris-9: Jadilah orang yang baik hati.
Uraian
Pertama kali puisi ini berjudul DeRiTa, atas masukan dari pengunjung blog ini, maka judul berubah menjadi SeBuTir MuTiArA yang berarti sebuah kemulian. Bagaimana menurut temen-temen dengan judul baru ini? Ada komentar dan masukan?
SeBuTir MuTiArA adalah sebuah puisi pendek dan sederhana tetapi sarat akan makna yang menadalam. Puisi ini mencoba untuk menggambarkan lika-liku kehidupan yang penuh derita untuk mencapai sebuah kemuliaan; Menyampaikan dua hal yang bertolak belakang, bagaikan bumi dan langit. Tokoh dalam puisi ini merupakan orang biasa, mampu bersosialisasi dengan semua level masyarakat, dapat berbuat untuk orang banyak. Tetapi, kemampuannya itu pulalah menjadikan dia menderita, dihina, dibenci dan dijauhi. Derita yang panjang dan berliku-liku sepajang hidupnya tidak akan mampu jika dimuat dalam bentuk tulisan, apa lagi hanya dalam diary. Dia juga bisa tertawa dan bersenda gurau, sesungguhnya hatinya menangis...
Biarlah air matamu mengalir tanpa cerita... Air matanya mengalir tak terbendung, dia ingin menumpahkan semua kesedihan tanpa harus meratapi derita yang dialami. Dalam sedu-sedan dengan linangan air mata—pada sisa-sisa tangisannya, tiba-tiba hatinya tersentak untuk tidak hanyut dalam kesedihan karena masih ada harapan dan optimisme. Ada ketegasan sebagai cambuk, karena kata Tutup (Tutup diarymu) tanpa partikel lah (silakan); tutup diarymu—janganlah mengingat-ingat asal usul derita karena akan menyebabkan dadamu menyesesak, mata berkedip-kedip menahan air mata, isak tangis akan tersembur dan hanya akan membuang-buang air mata saja. Gelorakan semangatmu, ada dorongan/gejolak jiwa yang sangat hebat seperti ajakan ayolah bangkit. Partikel lah pada kata ayolah adalah ajakan jiwa membujuk dirinya yang dirundung duka berkepanjangan..
Akhirnya, janganlah bekerja keras kalau hanya untuk mendapatkan pujian (menjangkau bintang) tetapi berusahalah sekuat tenagamu untuk menjadi orang mulia atau baik hati (menggapai sebutir mutiara), karena lebih berharga mutiara sebutir dari pada sepantai pasir. Untuk apa mempunyai penghargaan/pujian (bintang) kalau berhati kotor, seperti dikatakan dalam peribahasa: orang yang baik hati lebih berharga dan mulia dibandingkan dengan orang kaya yang jahat.
Harapan aku, semoga kita, terutama diriku sendiri dapat membangkitkan / menguatkan semangat dan menteladani pesan moral yang disampaikan dalam puisi ini.
Menangis!!!
Meminjam kata-kata orang bijak, menangis adalah salah satu keadilan Tuhan yang dialami semua orang, laki-laki/perempuan, lemah/kuat, kaya/miskin, cacat, bahkan yang sempurna skalipun.
Testimonial
Terima kasih banyak kepada teman-teman atas salam, komen, kritikan, saran, nasehat, spirit, menghibur, bahkan doa telah dipanjatkan oleh teman-teman agar kesedihan ini cepat berlalu. Semoga Tuhan selalu melindungimu teman. Amin!
Ternyata masih banyak yang peduli akan kesedihan aku ini, yang dapat mengurangi beban pikiranku yang begitu berat dan jiwaku sudah terlalu lelah. Semoga aku bisa bagkit. Amin!
Kasi komen juga ya puisi-pusi di bawah ini:
Panca Sela » Lima Cela akan menjadi penyebab perpecahan bangsa Indonesia
Hari Gene Korupsi, apa kata dunia? » Tradisi Indonesia
Ijazah Berstempel Merah » Ijazah yang dicap untuk siswa yang tidak lulus UN
Aku Tak Ingin Hidup Seperti Dirimu
Kutunggu Surat Darimu
Mati Sajalah Kau